BIMBINGAN TEKNIS PENINGKATAN KAPASITAS PETUGAS PENGAWAS KEAMANAN PANGAN SEGAR

Bimbingan teknis  Peningkatan Kapasitas Petugas Pengawas Keamanan Pangan Segar dilaksanakan pada hari Senin s.d Rabu, tanggal 27 s.d 29 Mei 2019 bertempat di Quest Hotel Kuta, Tuban. Dasar pelaksanaannya yakni DIPA Tahun 2019 Nomor :018.11.3.229164/2019 tanggal 5 Desember 2018 pada kegiatan : Koordinasi Kelembagaan dan Pengawasan Keamanan dan Mutu Pangan Segar. Bimbingan Teknis tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada petugas pengawas keamanan pangan segar tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dan mendorong pengembangan sistem mutu hasil pertanian. Peserta bimbingan teknis berjumlah tiga puluh orang yang terdiri dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali dan serta Dinas yang menangani Ketahanan Pangan Kabupaten / Kota se-Bali.

Materi-materi yang dipaparkan pada acara bimbingan teknis berupa Kebijakan Pembangunan Ketahanan Pangan, Kebijakan Program/Kegiatan Keamanan Pangan, Permentan No.53 tentang Keamanan dan Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan, Pengawasan Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (Pre dan Post Market), Metode Pengambilan Contoh, Praktek Pengambilan Contoh ,Uji Test Kit, serta cara Penyusunan Laporan.

Peserta bimbingan teknis melakukan simulasi pengambilan sampel buah dan sayuran yang akan diuji yakni pada tanggal 29 Mei 2019 yang berlokasi di Pasar Badung. Sementara pengujian sampel yang telah diperoleh peserta dilaksanakan di ruang pertemuan. Bahan-bahan yang akan diuji rapid test kit dipilih dari beberapa titik pedagang. Uji rapid test kit yang dilakukan dibagi menjadi dua yaitu uji rapid test kit untuk bahan yang dicurigai mengandung formalin dan untuk bahan yang dicurigai mengandung pestisida. Komoditi yang diuji dengan Test Kit Formalin in Food yaitu anggur hitam, selada, serta cabai merah.  Hasil dari uji buah dan sayuran tersebut seluruhnya negative (-) mengandung formalin. Sementara uji dengan G9 Fast Pesticides Detection Kit menggunakan komoditi tomat, apel merah, serta pear putih dengan hasil uji yang seluruhnya juga negative (-) mengandung pestisida.

Hasil evaluasi peserta bimbingan teknis yaitu rata-rata nilai pre-test peserta bimbingan teknis sebesar 4,43 dan rata-rata nilai post test sebesar 8,07. Persentase (%) peningkatan kemampuan peserta sebesar 45,04%. Dengan nilai rata-rata tertinggi sebesar 8,50 dan nilai rata-rata terendah sebesar 4,75. Peserta yang memperoleh rata-rata nilai dibawah 6,00 sebanyak 30% (9 peserta), sedangkan 70% (21 peserta) nilai rata-ratanya ≥ 6,00.

Demikian hasil yang diperoeleh dalam rangka Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petugas Pengawas Keamanan Pangan Segar, agar dapat diimplementasikan di lapangan dengan penuh tanggung jawab.